![]() |
| Usia kepala tiga tak menghentikan mimpi Susi Afitriyani, korban bom Kampung Melayu, menjadi sarjana. |
Pipit, sapaan akrabnya, kini dirawat intensif di sebuah rumah sakit di Jakarta. Ditunggui ibu dan beberapa kerabatnya, ia menjalani operasi pembedahan akibat luka-luka yang dideritanya pada Kamis siang, 25 Mei 2017.
Sang paman, Kasirun (48) mengatakan perjuangan anak semata wayang itu menjadi mahasiswi tak mudah. Pipit, kata dia, menyambi bekerja sebagai pengasuh anak di sebuah keluarga. Usianya yang menginjak kepala tiga tak menghentikan mimpinya menjadi sarjana.
![]() |
| Tampak foto Susi Afitriyani yang memakai Hijab warna Hijau |
Ia mengatakan tak ada firasat apapun sebelum kejadian bom meledak di Kampung Melayu itu. Maka itu, sang ibu syok begitu mendengar putrinya menjadi salah satu korban luka. Sang ibu mendapatkan kabar itu pertama kali dari saudaranya yang sama-sama tinggal di Jakarta.
"Ibu kandungnya benar-benar terpukul dengan kabar ini, karena anak satu-satunya harapan saat ini tergolek lemah di RS," tutur Kasirun kepada BeritaDuniaMasyarakat.
Para kerabat dan tetangga Pipit di kampung halamannya terus berdatangan ke rumah. Mereka turut prihatin dan ingin tahu kondisi Susi yang dikabarkan menjadi korban ledakan bom di Jakarta.
"Kami sebagai keluarga meminta polisi segera mengusut tuntas kasus terorisme seperti ini karena bom itu tidak pantas melukai orang yang tak bersalah," ungkapnya kepada BeritaDuniaMasyarakat.
Sementara itu, Ghiroh (35), saudara Pipit lainnya mengatakan mahasiswi itu dikenal sebagai anak yang supel dan pekerja keras. "Nggak cuman kuliah saja di Jakarta, tapi Susi juga rela jadi baby sitter dan dia nggak malu dengan teman-teman kuliahnya," ucap Ghiroh kepada BeritaDuniaMasyarakat.
Bahkan, kata dia, selain untuk membiayai kuliahnya sendiri, sebagian uang hasil jerih payahnya sebagai pengasuh anak dikirimkan kepada keluarganya di kampung. "Dia benar-benar anak yang berbakti," jelasnya kepada BeritaDuniaMasyarakat.
Ia berharap Pipit segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa. "Karena cita-cita Susi lulus kuliah belum selesai, mudah-mudahan dia segera diberi kesembuhan dan melanjutkan kuliahnya sampai lulus sarjana," kata Ghirah kepada BeritaDuniaMasyarakat.




0 komentar :
Posting Komentar